Logo SAR UNHAS
SAR UNHAS
SIAGA 24 JAM
Lorong Waktu Pengabdian

Empat Dekade, Satu Garis Juang

Dari sekelompok mahasiswa pencinta alam di Lapangan Catur pada 1986 hingga menjadi potensi SAR yang diperhitungkan di kancah nasional — telusuri tapak sejarah SAR UNHAS.

Titik Nol
1986

SAR mahasiswa pertama di Indonesia

Di Lapangan Catur, Umar Arsal bersama kawan-kawan pencinta alam Unhas membentuk unit relawan kemanusiaan. Pada 14 Juni 1986, SAR UNHAS resmi lahir — merintis dari titik nol, tanpa role model di Indonesia.

Operasi Besar Pertama
1987

Badai Bawakaraeng

Badai dan hujan lebat melanda puncak Gunung Bawakaraeng saat ratusan peziarah mengikuti tradisi musim Idul Adha. Tiga belas orang meninggal dunia; puluhan lainnya dievakuasi tim SAR UNHAS — operasi berskala besar pertama organisasi ini.

Garis Depan Sulsel
1990-an

Andalan operasi lokal

Sepanjang dekade ini SAR UNHAS menangani puluhan operasi sungai, banjir Kota Makassar, hingga siaga La Nina — mengukuhkan diri sebagai potensi SAR yang diandalkan di Sulawesi Selatan.

Andalan operasi lokal
Skala Nasional
2004

Tsunami Aceh

SAR UNHAS turut hadir dalam operasi kemanusiaan gempa dan tsunami Aceh — salah satu bencana terbesar di Indonesia — membawa keahlian dan logistik mandiri ke medan yang jauh.

Menembus Dunia
2016

Himalaya & Elbrus

Tim senior SAR UNHAS menembus lanskap dunia — puncak Kala Patthar (5.550 mdpl) di jalur Everest, Himalaya, Nepal, dan Mt. Elbrus di Rusia, salah satu dari World Seven Summits.

Himalaya & Elbrus
Skala Nasional
2018

Gempa & Likuefaksi Palu

Tim diterjunkan dalam operasi gempa dan likuefaksi Palu–Donggala di Sulawesi Tengah, bahu-membahu dengan Basarnas dan potensi SAR lain menangani salah satu bencana paling memilukan.

Empat Dekade
2026

Bulusaraung & Milad ke-40

Awal tahun, SAR UNHAS bergabung dalam operasi pencarian pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung. Pada 14 Juni 2026, empat dekade pengabdian dirayakan lewat peluncuran buku “Rumah Jingga Tamalanrea”.