Profil & Landasan Juang
SAR UNHAS adalah unit SAR mahasiswa pertama di Indonesia, lahir dari rahim Universitas Hasanuddin, Makassar — berdedikasi tanpa pamrih di garis depan kemanusiaan.
Dari petualang menjadi relawan — sekelompok pencinta alam yang memilih menjadi pelaku sejarah.
Sebelum resmi berdiri, sekelompok mahasiswa pencinta alam Unhas sudah aktif mendaki dan menjelajah pegunungan Sulawesi Selatan sejak awal 1980-an. Pertengahan dekade itu menjadi titik balik: kelompok pencinta alam di berbagai kampus mulai bergeser dari sekadar “petualang” menjadi “relawan”, menyadari keahlian teknis memanjat, navigasi, dan bertahan hidup mereka sangat relevan untuk operasi pencarian dan pertolongan.
Pada 14 Juni 1986, SAR UNHAS resmi lahir. Momentum itu mengkristal pada Agustus 1987 ketika badai melanda Gunung Bawakaraeng saat ratusan peziarah mengikuti tradisi musim Idul Adha — operasi evakuasi besar-besaran itu menjadi operasi berskala besar pertama SAR UNHAS. Sejak itu organisasi ini terus terlibat dalam operasi kemanusiaan di seluruh Indonesia, dari tsunami Aceh 2004, likuefaksi Palu 2018, hingga pesawat jatuh di Gunung Bulusaraung awal 2026.
Markas SAR UNHAS di Tamalanrea dikenal dengan nama Rumah Jingga — tempat peralatan dirawat, anggota dibina, dan setiap operasi dikoordinasikan dari Posko Gurila.
“Avignam Jagat Samagram”
Semoga selamat dan tanpa rintangan seluruh alam semesta ini — semboyan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), diterjemahkan populer sebagai “Damailah Bumi Beserta Isinya”. Sebagai bagian keluarga besar potensi SAR nasional, filosofi ini hidup dalam setiap langkah kami.
“Selama masih ada upaya, masih ada harapan.”
Empat Pilar Moral & Operasional
Cepat
Quick
Respons segera karena nyawa manusia berpacu dengan waktu.
Tepat
Accurate
Perhitungan teknis yang matang untuk meminimalkan risiko tambahan.
Handal
Reliable
Keahlian tinggi yang didedikasikan untuk keselamatan.
Ikhlas
Selfless
Bekerja tanpa pamrih sebagai bentuk pengabdian kepada kemanusiaan.
Struktur & Divisi Operasional
Bagan komando dan alur tata kelola manajerial SAR Universitas Hasanuddin
Ketua
Memimpin organisasi, dibantu Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO)
Konsultasi & pengawas kebijakan
Membawahi Badan Usaha Milik Organisasi (BUMO)
Sekretaris
Administrasi dan kesekretariatan organisasi
Bendahara
Pengelolaan keuangan organisasi
Pusat Operasi
Kesiapsiagaan dan pelaksanaan operasi SAR
Pusat Diklat
Pendidikan dan pelatihan anggota
Pusat Rumah Tangga
Pengelolaan Rumah Jingga dan kebutuhan internal
Pusat Peralatan
Peralatan operasional, termasuk Unit Khusus Perahu dan Mobil
Alur Penanganan Operasi SAR
9 tahapan terkoordinasi dari penerimaan sinyal marabahaya hingga debriefing & laporan akhir.
Penerimaan berita dari anggota, media, atau telepon Posko Gurila — identitas dan info awal dicatat.
Koordinasi dengan Basarnas, BPBD, Polri, Pemda, dan potensi SAR lain untuk konfirmasi berita.
Konfirmasi berita dan kontak personel yang siap diberangkatkan ke lapangan.
Briefing dipimpin Kepala Pusat Operasi (Kapusops) atau Badan Pengurus.
Pemberangkatan tim — checklist peralatan, pelepasan resmi, membawa surat tugas.
Tim turun ke lokasi musibah atau bencana.
Pencarian berlangsung hingga 7 hari; jika korban ditemukan, tim ditarik.
Debriefing di Posko Gurila dipimpin Komandan SRU sebelum tim diizinkan pulang.
Laporan disusun paling lambat 7 hari setelah debriefing — operasi resmi dinyatakan berakhir.
Ketua dari masa ke masa

Umar Arsal
1986–1988

Bambang Edi Nugroho
1988–1989

Ahmad Taufik Zaini
1989–1990

Faisal Mahyuddin
1990–1991

Dodi Sanjaya
1991–1993

Amrizal Alamsyah
1993–1994

Abdi Gunawan
1994–1995

Burhanuddin Nur
1995–1996

Muh. Iqbal Hafid
1996–1997

Hendra Lesmana
1997–1998

La Ode Syahrizal
1999–2000

Patarai
2000–2001

Pono Sudrajad
2001–2002

Nasruddin
2002–2003

Ony Suhardiman
2003–2004

Salman Hasmin
2003–2004

Muh. Ilham
2004–2005

Muh. Irwan Saleh
2005–2006

Ramli
2006–2007

Syukron B Duka
2007–2008

Muhammad Taufiq Syam
2008–2009

Syahrir
2009–2010

Fachrul Hidayat
2010–2011

Laode A. Sadri
2011–2012

Djasmani Ghadi
2012–2013

Afriansyah
2012–2013

Dimas Dwiyanto DR
2013–2014

Abzhal Bastarie
2013–2014

Akbar Maulana
2014–2015

Zuhri
2015–2016

Muh. Syahrul
2016–2017

Sunaryo Sadli
2018

Muh. Dian Arisandi
2019

Fajar Bakti Tandi Datu
2020

Asridhoal Afreinaldy R
2021

Kemal Abdul Syakur
2022

Muh. Alisofyan Ar Djambia
2023

Rostika Salenda Paseleng
2024

Andi Fatwa Rizqullah
2025

Juninho Yanto Benny
2026
Bersinergi & Berkoordinasi Dengan

















